"Bunda, bola mata tasya warnanya kok hitam ? kenapa nggak biru seperti orang barat atau coklat seperti bunda ?" begitulah pertanyaan tasya disuatu hari ketika aku sedang duduk sambil asyik membaca koran. Wah..wah... ada apa ini ? setelah aku tanya ke tasya kenapa dia ingin memiliki mata berwarna biru, dia menjawab " Tasya tuh ingin seperti Molly ( teman mainnya yang kebetulan berkebangsaan Australia dan rumahnya berdekatan dengan rumahku ) Mata Molly bagus... seperti mata boneka, rambutnya juga pirang seperti rambut boneka barbie tasya". Sedangkan tasya jelek, matanya hitam, rambut juga hitam kemerahan dan kulit tasya nggak putih seperti kulit Molly.
Aku langsung menjawab, "Ah, Tasya sudah cantik kok, nggak perlu bermata biru atau berambut pirang seperti Molly. Karena kita diciptakan oleh Allah memang berbeda, dan semua itu adalah karunia dari Allah untuk semua manusia. Kita harus bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita sekarang, karena itulah yang terbaik untuk kita."
Dari kejadian tersebut, dapat kita lihat bahwa anak yang sudah masuk usia remaja, bila mereka merasa kurang cantik ataupun kurang menarik, mereka akan menjadi minder bahkan bila kita biarkan akan bisa sampai dalam taraf memprihatinkan.
Apalagi kondisi masa kini dimana citra remaja dibuat seolah-olah seluruhnya cantik, menarik berprestasi unggul, kaya dan sebagainya. Bayangan perfect seperti itu kadang bisa membuat si remaja putri stres. Terbentuklah sifat-sifat yang tidak diinginkan seperti menjadi konsumtif tiba-tiba karena ingin mempunyai segala hal yang dimiliki temannya.
Tentu kita sebagai orangtua tak tega melihat putri kita mengikuti arus seperti itu. Karenanya sebagai orangtua, kita harus rajin-rajinlah mendampingi dan menguatkan batinnya hingga tak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tak terlalu penting untuk dicapai.
Prestasi yang terbaik adalah dengan menjadi seseorang yang berguna dan berarti bagi orang lain. Dengan menjadi seseorang yang dibutuhkan maka segala hal menjadi tak sia-sia.
Selengkapnya...
04 Juni 2009
Bunda, Kok Aku Tidak Cantik ???
Diposkan oleh *Nina* di 6/04/2009 03:37:00 PM 0 komentar
Label: anak
03 Juni 2009
Remaja Kita dan Jalan Hidupnya
Setelah selesai mengikuti ujian, Tasya mengatakan kepadaku kalo dia ingin masuk SMP negeri yang diincarnya. Aku mengatakan padanya bahwa dia bisa masuk SMP yang dimaksud hanya jika nilainya memenuhi syarat dari standart nilai minimal dari sekolah itu.
Ketika aku bertanya lagi kepada dia bahwa bagaimana seandainya nilainya nggak mencukupi untuk masuk sekolah yang dia inginkan, dia mengatakan kalo nggak bisa masuk SMP itu, dia ingin sekolah di SMP lain asal jangan SMP "0". Waduh...ternyata dia sudah punya target sekolah mana yang dia inginkan. Waktu saya tanya lagi apa cita-citanya kedepan nanti. Dia langsung menjawab dengan tegas " Tasya ingin jadi Dokter !".
Kita boleh saja mengarahkannya menjadi seseorang yang berhasil di dalam bayangan kita ke depan. Tetapi itu semua jelas berpulang lagi kepada si remaja kita. Dia yang lebih tahu mengenai kebutuhannya, keinginannya dan kemauannya. Jadi jangan lagi menganggap bahwa kita orangtuanya yang paling tahu apa yang terbaik buatnya.
Agar pengarahan tidak sia-sia, terlebih dahulu teliti dengan cermat mengenai hobi dan karakter anak kita. Apa hal mendasar yang paling digemarinya sehingga dia tidak bisa hidup tanpa melakukan hal tersebut?
Jika sudah terdeteksi, giring ia pelan-pelan untuk menekuni hobinya agar bisa dikembangkan dan bermanfaat. Tentunya bisa menjadi jalan hidupnya kelak. Namun bila sampai saat ini si remaja terlihat cuek bebek dan tak terlihat menekuni suatu hl yang berarti, sedikit cemas bolehlah. Tetapi cobalah mengajaknya berjalan-jalan sejenak untuk melihat alam sekitar, pasti dia dan kita sebagai orangtuanya akan mengetahui apa yang disukainya secara pelan-pelan. Biar pelan tetapi pasti...
Selengkapnya...
Diposkan oleh *Nina* di 6/03/2009 04:32:00 PM 0 komentar
07 Mei 2009
Persoalan Keluarga, Jangan Dibikin Rumit
Berikut kunci mempertahankan komunikasi:
-Hindari berasumsi. Carilah kejelasan masalah dengan membicarakannya bersama.
-Jadikan keterbukaan sebagai dasar komunikasi dalam rumah tangga.
-Utamakan konsep "kita", dan bukannya "saya" atau "kamu".
-Cobalah untuk selalu belajar mengemukakan sesuatu dengan cara yang manis/positif.
-Jangan pernah lelah untuk terus berlatih menjadi pendengar yang baik.
Celakanya, yang kerap terjadi suami/istri "melesat" sendirian tanpa memedulikan pasangannya. Baru setelah pasangannya tertinggal jauh di belakang, muncul komentar, "Gimana dong? Abis suami/istriku enggak nyambung lagi sih!" Padahal kalau benar-benar diupayakan, membangun jembatan supaya keduanya selalu nyambung, bukanlah masalah besar.
Diposkan oleh *Nina* di 5/07/2009 03:48:00 PM 0 komentar
Label: artikel
Menjalin Persahabatan yang Lama Hilang
2. Pikirkan bagian mana yang membuat kita merasa persahabatan ini layak dihidupkan kembali.
3. Jangan terlalu yakin semuanya akan kembali seperti semula. Lakukan secara bertahap, bagaimana pun kita perlu membangun kembali kepercayaan.
4. Jika mungkin kita pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang membuat persahabatan kita terputus, mintalah maaf dan jelaskan keadaan yang sebenarnya.
5. Hal yang paling sulit adalah saat harus menghubunginya untuk pertama kali. Namun, pada akhirnya semua akan mencair dan bisa jadi kita akan mendapatkan sahabat kembali.
Diposkan oleh *Nina* di 5/07/2009 03:27:00 PM 0 komentar
Label: artikel
24 April 2009
Tips Merawat Anak Sakit
Hampir semua orang tua akan merasa cemas apabila buah hatinya sedang sakit, apalagi kalau disertai demam, tak mau makan dan cerewet. Para orang tua umumnya dapat dengan cepat mengenali adanya keluhan si kecil bila sakit.
Selain gejala yang nyata seperti adanya ruam (bercak kemerahan) di kulit, muntah-muntah atau kesakitan, adapula petunjuk lain untuk mengenali anak yang sakit, seperti hilangnya nafsu makan (terutama pada bayi), lesu, cengeng dan rewel tidak seperti biasanya.
Apabila anak sedang sakit walaupun tidak berat, ia cenderung menjadi cemas, rewel dan membutuhkan lebih banyak perhatian dari biasanya. Karena itu, kehadiran orang tua merupakan bagian yang sangat penting dalam perawatan anak di kala sakit untuk membesarkan hatinya.
Anak yang sakit tidak harus tinggal di tempat tidur seharian penuh. Jika ia merasa cukup kuat untuk bangun sebaiknya diperbolehkan bermain di dalam rumah. Tetapi bila anak segan bangun dan memang harus istirahat, cegahlah rasa bosan dengan menyediakan berbagai mainan.
Di saat sakit, anak tidak sekuat biasanya sehingga tidak menyukai mainan yang terlalu menuntut konsentrasi. Ia biasanya cenderung meminta perhatian yang lebih, makanya sebaiknya sediakan lebih banyak waktu bersamanya.
Nafsu makan anak yang sedang sakit umumnya juga berkurang, namun hal itu tak perlu dirisaukan. Tak ada penyakit yang menuntut suatu diet khusus pada anak sakit, namun bila anda takut si kecil kurang makan, maka bujuklah dia dengan makanan kesukaannya.
Kamar tempat anak sakit haruslah dengan temperatur yang nyaman yaitu sekitar 18 derajat Celcius dan ada ventilasinya. Jangan terlalu panas, karena bisa tambah demam.
Jika si kecil mengidap penyakit menular seperti campak, cacar air dan lainnya dan ada risiko menulari orang lain, sebaiknya jauhkan dari orang lain atau lakukan isolasi di kamar khusus.
Bila harus dirawat di rumah sakit, para orang tua perlu sebanyak mungkin menemaninya dan menyakinkan bahwa dia akan segera pulang. Jangan lupa bawakan mainan kesukaannya dan jaga agar dia terhibur selama di rumah sakit.
Dalam pemberian obat-obatan untuk mudahnya biasanya berbentuk cair dan beraroma buah. Untuk memastikan ketepatan dosis obat, biasanya untuk bayi dengan alat tetes, sedang anak yang lebih besar menggunakan sendok ukuran yang tersedia dalam kemasan obat.
Apabila anak menolak, tuangkan obat pada bagian belakang tenggorokan karena syaraf perasa ada di bagian depan lidah. Bujuk anak baik-baik supaya minum obat, jangan sampai ada unsur paksaan.
Segeralah meminta bantuan medis ke fasilitas kesehatan terdekat atau ke dokter apabila penyebab gejala yang timbul tidak diketahui secara pasti, perawatan sendiri gagal atau bila kondisinya semakin memburuk atau anak menolak minum atau tampak makin limbung.
Tips Turunkan Demam
1. Kurangi pakaiannya, jangan pakai selimut atau baju tebal
2. Jaga suhu kamar pada 15 oC
3. Kompres dengan air hangat menggunakan spon/handuk kecil
4. Berikan obat penurun panas (seperti parasetamol, ibuprofen atau asetosal) dengan dosis yang dianjurkan
5. Perbanyak minum, sedikitnya 1 liter per harinya
Selengkapnya...
Diposkan oleh *Nina* di 4/24/2009 10:35:00 AM 0 komentar
Apakah Kamu Memiliki Affair ???
Menurut Shirley P. Glass, peneliti tentang ketidaksetiaan, 82 persen dari affair yang dilakukan seseorang terjadi dari hubungan yang awalnya hanya "teman biasa".
Meskipun ada tanda-tanda yang jelas dari perselingkuhan dalam hubungan
yang anda sebut "pertemanan", tidak ada salahnya anda bertanya pada
diri anda: apakah saya memiliki affair?
Dan, anda mungkin sudah melewati batas itu jika...
1. Menyentuh teman lelaki anda dengan cara yang "penuh perhatian".
2. Sangat memperhatikan penampilan anda ketika akan bertemu degannya.
3. Bertingkah seperti orang yang sedang jatuh cinta, misalnya teringat
dia ketika mendengarkan sebuah lagu.
4. Bercerita lebih detail tentang hari anda dibandingkan dengan pasangan anda.
5. Tidak lagi merasa nyaman menceritakan tentang orang ini kepada pasangan anda dan mulai menutup-nutupi hubungan anda dengannya.
6. Mengalami ketertarikan secara fisik. Anda mengakui kalau anda tertarik padanya tapi anda menahan diri untuk tidak menunjukkannya.
Jika hubungan itu sudah menyangkut fisik ketika...
1. Anda lebih memilih berada bersama dia ketika anda sedang merasa sedih dibandingkan dengan berada bersama pasangan, keluarga atau sahabat sahabat anda.
2. Hubungan anda menjadi lebih intim. Anda berbicara dengannya dengan nada menggoda atau manja.
3. Anda lebih memilih tempat dimana anda bisa berdua saja dengannya.
Anda bisa menghindari affair jika...
1. Selalu jujur pada pasangan anda. Berbagilah dengannya tentang harapan, keberhasilan, dan kegagalan anda, juga mengenai ketertarikan dan godaan anda. Ini akan menghindarkan anda menutupinya dari pasangan anda.
2. Luangkan waktu berdua dengan pasangan secara reguler. Jauh dari anak, teman, dan keluarga.
3. Bergaulah dengan pasangan-pasangan yang selalu bahagia dan tidak pernah melakukan hal-hal bodoh seperti perselingkuhan. Mempunyai "role model" dalam kehidupan anda dan pasangan akan menjaga anda untuk tetap setia.
Selengkapnya...
Diposkan oleh *Nina* di 4/24/2009 10:04:00 AM 0 komentar
21 April 2009
Semua Tentang Kanker Payudara
Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran para perempuan untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap payudaranya. Maka, kian hari tingkat kematian akibat kanker ganas ini semakin bisa dikurangi. Terutama pada penderita yang berusia di bawah 30 tahun. Namun, jika memang kanker tersebut sudah lama bersemayam lama dalam tubuh, anda pun harus menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan.
Kanker payudara memang mengalami perkembangan yang cepat dari stadium awal sampai tak tertolong, tapi anda tak perlu panik karena dengan kemajuan tekhnologi kedokteran maka masih banyak kemungkinan untuk lolos dari penyakit mematikan ini.
Berikut ini catatan detil tentang stadium dan istilah perawatan medis kanker payudara:
* Stadium 1, Pada stadium ini, benjolan kanker tak lebih dari 2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar. Perawatan yang sangat sistematis akan diberikan pada kanker stadium ini, tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya. Pada stadium ini, kemungkinan sembuh total pada pasien adalah 70%.
* Stadium 2, Pada stadium ini, kemungkinan sembuh penderita adalah 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Biasanya besarnya benjolan kanker sudah lebih dari 2 bahkan bisa sampai 5 cm dan tingkat penyebarannya pun sudah sampai daerah ketiak. Atau bisa juga ukuran kanker sudah mencapai 5 cm tapi belum menyebar kemana-mana. Biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.
* Stadium 3A, Menurut data dari Depkes, 87% kanker payudara ditemukan pada stadium ini. Benjolan kanker sudah berukuran lebih dari 5 cm dan sudah menyebar ke kelenjar limfa.
* Stadium 3B, Kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan otot dada. Selain itu juga penyebarannya juga sudah menyerang secara tuntas kalenjar limfa. Jika sudah demikian tidak ada alternatif lain selain pengangkatan payudara.
Selengkapnya...
Diposkan oleh *Nina* di 4/21/2009 05:37:00 PM 0 komentar
Label: Info penting
23 Maret 2009
Gadis Kita Hamil di Usia Belia?
Dilihat secara kasat mata, usia anak kita yang masih belia memang belum siap menghadapi kenyataan untuk menjadi orangtua. Maklumlah, masa remaja adalah masa-masa penuh kelabilan. Berbeda dengan kita yang sudah memakan asam garam kehidupan. Si belia justru baru memulainya, tiba-tiba dihantam dengan kenyataan yang jauh dari rencananya.
Apa reaksi kita ? Marah dan memakinya dengan mengatakan bahwa ia ceroboh, tak bisa berpikir panjang dan sebagainya, hanya akan membuat jiwanya makin terguncang. Justru inilah saat yang tepat untuk menyematkan buah hati kita dalam pelukan. Percayalah, senakal dan se-liar-liarnya anak, ia tetap terjatuh jika ada masalah yang tak bisa ia pecahkan. Ia butuh bimbingan kita sebagai orangtuanya.
Sebagai sandaran batinnya, kita dituntut untuk lebih tegar walau sebenarnya hati kita remuk redam. Ketegaran dari luar akan memberi pengaruh positif pada anak dan ia akan merasa lebih tenang.
Ini dia kuncinya, ketenangan. Tariklah nafas panjang dan usahakan untuk tetap stabil di depan anak kita. Tunggulah sampai ia selesai menangis hingga seluruh emosinya keluar. Jika ia sudah tenang, dekati perlahan dan bisikkan dengan lembut bahwa apapun keadaan anak kita, ia tetaplah anak yang telah kita kandung 9 bulan 10 hari dengan penuh kasih sayang.
Walau kita ingin tahu kronologis peristiwa bagaimana ia bisa hamil, tetapi tahanlah keinginan itu sejenak karena akan memunculkan luka batinnya. Sebaliknya, bilang pada anak kita bahwa semua telah terjadi dan itu harus dihadapi. Kekuatan seorang ibu mampu membuat anak menjadi bangkit.
Usia anak yang masih belia, menempatkannya pada posisi labil yang harusnya bisa dipahami kita sebagai orangtua. Kita pernah melewati masa-masa seumurnya dimana remaja memang butuh ditemani dan dibimbing perlahan. Masa remaja adalah masa penuh pemberontakan dalam hidup sekaligus masa yang penuh coba-coba segala hal, meski ia sudah mengetahui koridor baik dan buruk.
Tak perlu menyalahkannya, juga tak perlu menyalahkan diri kita karena kurang perhatian. Ingat bahwa semua telah terjadi dan kini saatnya bahu membahu bersama anak dan suami untuk menghadapinya.
Pertama-tama, datanglah pada pihak pasangan anak kita alias pacarnya yang telah menghamili. Duduklah dan bicarakan baik-baik, jelaskan kepada orangtuanya bahwa anaknya dan anak kita telah melakukan kegiatan di luar batas sehingga menyebabkan puteri kita hamil. Bila menemui kendala, alias orangtua pacar anak kita tak mau ikut campur bahkan terkesan membela anaknya, segera tinggalkan dan tempuh jalur hukum untuk meminta pertanggung jawaban mereka. pelajari dengan benar jalur hukum tersebut agar anak kita memperoleh keadilan. Jangan sekali-sekali menikahkan puteri kita hanya karena malu menanggung aib. Menikah dengan keterpaksaan dari salah satu pihak justru membuat dirinya jatuh lebih dalam lagi. Tak usah risau memikirkan bayi yang lahir tanpa bapak, asalkan ibunya dan kita sekeluarga merawatnya dengan tulus, persoalan tersebut bisa teratasi dengan sendirinya.
Kedua, datangi pihak sekolah dimana tempat anak kita menuntut ilmu. Katakan terus terang pada guru pembimbing bidang kesiswaan mengenai apa yang terjadi pada anak kita. Kalau perlu, duduklah bersama pihak yang berwenang di sekolah, bagaimana memberi kebijakan pada puteri kita perihal kehamilannya.Jika sekolah memutuskan untuk mengeluarkannya dari sekolah, tak perlu menunggu lebih lama. Jangan biarkan puteri kita menjadi bahan cemoohan teman-temannya. Pendidikan formal bisa ditempuh dengan cara yang lain, misalnya kejar paket agar anak kita tidak ketinggalan.
Ketiga, jangan pernah menyuruhnya untuk menggugurkan kandungan. Sebagai manusia beragama, tak satupun ajaranNya menyuruh kita untuk menghilangkan nyawa yang telah Ia ciptakan. Apalagi kita adalah calon nenek dari bayi yang dikandung puteri kita. Terima kenyataan ini dengan lapang dada dan terus dampingi anak gadis kita melewati masa-masa kehamilannya. Ceritakan pengalaman-pengalaman positif kita selama hamil. Hal ini memberikan stimulus yang baik bagi puteri kita. Lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat ia melupakan persoalan hamil di luar nikah.
Keempat, sabar dan terus berdoa. Semua hal yang terjadi pada kita berjalan karena kehendakNya. Serahkan semua pada Sang Pencipta dan biarkan Ia membimbing kita. Jalani hidup dengan sebaik-baiknya dan teruslah berfikir positif bagi kebaikan puteri kita sendiri. Ingatlah bahwa tak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. */pdc
Selengkapnya...
Diposkan oleh *Nina* di 3/23/2009 05:17:00 PM 0 komentar
Label: artikel






