22 Januari 2009
Sekarang ini friend, makanan yang mengandung formalin sangat sering diberitakan di televisi maupun media cetak. Meskipun sudah diinformasikan kepada masyarakat tentang bahaya akan makanan berformalin tersebut, tapi herannya, masyarakat awam tetap saja mengkonsumsi makanan tersebut.
Hal ini saya saksikan sendiri saat sedang belanja disebuah warung langganan saya. Seperti biasa setiap pagi setelah mengantar anak-anak sekolah, saya selalu singgah kewarung tersebut untuk belanja sayur beserta teman2nya untuk menu makanan hari itu.
Saat itu saya liat seorang ibu membeli sebungkus sosis buatan luar ( Malaysia), yang mana sosis tersebut sudah jelas2 dinyatakan oleh badan pengawas obat dan makanan (BPOM) mengandung formalin. Nggak lama kemudian ada lagi seorang bapak paruh baya yang membeli makanan serupa.
Sejenak dalam hati saya tersentak, apakah mereka tidak tahu.......atau sebenarnya sudah tahu, tapi menganggap hal ini bukanlah suatu masalah jika tidak dikonsumsi secara rutin oleh mereka.
Wah..wah... kalo memang mereka belum tahu, harusnya hal ini terus disosialisasikan oleh BPOM kita. Tapi jika mereka memang sudah tahu tapi menganggap hal itu bukan masalah, kayaknya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat deh, akan bahaya formalin tersebut.
Bisa nggak ya, kita menimbulkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengkonsumsi makanan berformalin itu ? kayaknya sulit deh, contohnya aja salah satu karyawan saya yang selalu membawa menu makan siangnya di tempatnya bekerja. Pernah suatu hari saya lihat karyawan tersebut membawa menu makan siangnya dengan menu sosis goreng yang telah dilarang beredar dipasar karena mengandung formalin. Saat saya tanyakan kepadanya, mengapa masih mengkonsumsi makanan tersebut. Sungguh diluar dugaan, jawabannya adalah " Ah, saya sih nggak peduli makanan ini mengandung formalin apa nggak, yang penting enak dimakan dan selama ini saya nggak merasakan sakit atau apapun".
Jadi, gimana ya ??? Saya juga bingung.... meski sudah dijelaskan, tetap aja dilain waktu, karyawan saya itu masih mengkonsumsi makanan tersebut. Hmm... intinya sih, kembali kediri masing-masing aja, karena bagaimanapun bagi saya kesehatan lebih penting dari segalanya, meski makanan tersebut enak, tapi dampaknya akan kita rasakan beberapa tahun kemudian, dimana biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar jika kita sudah sakit nanti.
Label: Kesehatan
11 November 2008
Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang, maka organ otak akan mengalami penyusutan dan hal ini akan menjadi semakin tampak pada manusia di usia manula.
Proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan, sebab proses ini bukan berarti manusia akan mengalami penurunan tingkat kemampuan atau menjadi bodoh. Yang menentukan optimal atau tidaknya fungsi otak ialah hubungan antar jaringan otak atau interkoneksi.
Oleh karena itu, untuk memelihara agar hubungan antar jaringan tetap baik, maka organ otak harus difungsikan atau diaktifkan setiap saat.
Kamu bisa bersikap menyayangi otak kamu, dengan kembali menelaah kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap remeh namun ternyata berdampak buruk pada otak. berikut beberapa kebiasaan yang berkontribusi terhadap rusaknya fungsi otak :
1. Tidak mau sarapan. Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.
2. Makan berlebihan. Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum anda kekenyangan.
3. Merokok. Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).
4. Terlalu banyak mengkonsumsi zat gula. Terlalu banyak asupan kadar gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
5. Polusi udara. Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.
6. Kurang tidur. Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat kamu menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.
7. Menutup kepala ketika sedang tidur. Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.
8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit. Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak kamu.
9. Kurangnya stimulasi otak. Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak kamu terbiasa berpikir aktif dan kreatif.
10. Jarang bicara. Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan kamu.
Label: Kesehatan
19 Oktober 2008
Komputer memang sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat modern. Bahkan fungsi multimedia yang banyak memberikan kemudahan, membuat orang tidak bisa berlama-lama jauh darinya.
Keyboard dan mouse adalah perangkat yang sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari komputer dan keseharian penggunanya. Namun, ternyata jika mouse memiliki potensi bahaya yang perlu diwaspadai.
Setiap hari, frekuensi pergerakan tangan dengan salah satu hardware komputer ini terus bertambah. Pengaruhnya terhadap pergelangan tangan memang tak terasa dalam hitungan menit. Namun untuk orang yang seharian harus menekan tuts dan menggerakkan mouse, Repetitive Strain Injury (RSI) menjadi ancaman serius.
Bukan hanya Computer Vision Syndrome saja yang sering muncul, melainkan juga risiko-risiko lain pun dapat mengganggu kesehatan anda. Salah satunya adalah nyeri pada pergelangan tangan maupun pada jari-jari tangan. Jika terjadi, berhati-hatilah dan segera periksakan diri ke dokter. Kemungkinan anda terkena penyakit Repetitive Strain Injury.
Menurut dr Grace Tumbelaka SpKO, Repetitive Strain Injury adalah cedera atau kerusakan yang terjadi pada otot atau jaringan syaraf tubuh lainnya karena melakukan sesuatu secara berulang-ulang dan berlangsung selama bertahun-tahun. Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada otot dan jaringan syaraf yang berawal dari suatu perobekan. Sebagian orang mungkin mengenal Repetitive Strain Injury itu sebagai Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
"Dalam istilah medisnya biasa disebut dengan gejala mati rasa, ngilu dan lemah akibat iritasi pada bagian tengah otot di sekitar pergelangan tangan," terangnya.
Cukup beragam pekerjaan yang memungkinkan terjadinya Repetitive Strain Injury. Salah satunya adalah meningkatnya penggunaan sarana komputer. Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse ini dapat menimbulkan cedera urat tangan, lengan, dan bahu.
Sebenarnya, semua risiko yang dialami para pekerja kantoran bukan semata-mata faktor kecerobohan, seperti kurang memperhatikan posisi duduk yang benar. Selama delapan jam dalam sehari, pekerjaan dilakukan dengan posisi duduk, sementara jari-jari tangan sibuk memencet tuts keyboard dan mouse. "Seharusnya sarana penunjang kerja perlu mendapatkan perhatian, tidak hanya dari segi keselamatan, tapi juga kenyamanan dan kesehatan," ungkapnya.
Seseorang dapat terkena Repetitive Strain Injury karena saat menekan tuts dan mouse, bahu dan lengan bagian atas cenderung tertahan. Keadaan seperti itu dapat menghambat sirkulasi darah ke lengan bagian bawah. Padahal lengan bagian bawah membutuhkan aliran darah yang lebih banyak dari keadaan normal ketika jempol dan jari lainnya melakukan gerakan kecil dan teliti. Ditambah lagi dengan sikap duduk yang salah dan penempatan ruang kerja yang membuat orang tidak nyaman. Keadaan itu membuat sakit pada otot-otot tendon, saraf-saraf di sekitar tangan, pergelangan, jari, bahkan pundak dan leher sebagai akumulasi dari pekerjaan dalam kurun waktu yang lama.
Repetitive Strain Injury adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan berbagai macam cedera pada otot tendon dan saraf. Cedera ini biasanya disebabkan oleh aktivitas yang membutuhkan gerakan yang berulang-ulang. Salah satunya adalah mengetik atau menekan dan menggerakan mouse. Gejala Repentitive Strain Injury dapat muncul di berbagai tempat dari pangkal lengan hingga ujung tangan.
Repetitive Strain Injury yang biasa disebut Cumulative Trauma Disorder ini bisa terjadi karena posisi tubuh kurang rileks. Ada tekanan terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak, serta leher. Kurang istirahat menggunakan komputer dapat menyebabkan otot tangan terasa kaku dan kesulitan dalam melakukan sesuatu. Kesulitan tersebut bisa berupa kesulitan membalik halaman buku, memutar tombol atau memegang gelas.
Gejala lain yang juga dirasakan adalah saat bangun timbul rasa sakit di pergelangan tangan atau mati rasa di seluruh tangan. Di pagi hari tangan juga sering terasa canggung.
Dianjurkan agar pada saat mengetik, pergelangan tangan hendaknya tidak ditekuk di atas, ke bawah atau ke samping. Begitu pun untuk ukuran huruf di monitor. Sebaiknya tidak terlalu kecil sehingga mudah dibaca dan tidak perlu membungkukkan badan ke depan monitor setiap kali membaca teks.
Cara mengatasi Repetitive Strain Injury, tambah dr Grace adalah dengan memijat langsung otot dan serabut saraf yang mengalami ketegangan. Cara lain adalah melakukan olahraga ringan dan berulang kali setiap 30 menit sebelum mulai bekerja.
Pencegahan yang cukup manjur untuk RSI ini adalah memperhatikan posisi tubuh saat bekerja, seperti kaki harus didatarkan di atas lantai, lutut harus lurus terhadap kaki dan membungkuk pada sudut yang pas.
Untuk menopang punggung bawah, gunakan bentuk kursi yang baik atau dengan gulungan handuk. Sedangkan untuk punggung atas, lakukan gerakan melengkung secara natural. Berpikirlah terlebih dahulu sebelum mengetik untuk menghindari pengetikan secara berulang dan pengeditan. Sebaiknya menggunakan sentuhan ringan saat mengetik dan jangan menekan tombol terlalu keras.
Repetitive Strain Injury tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bahkan pada anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan. Anak-anak terhalang untuk melakukan kegiatan yang sederhana seperti, memegang sikat gigi, mengangkat tas sekolah atau bahkan mengancingkan baju. Secara psikologis, kondisi ini jelas sangat berpengaruh.
Dalam sebuah artikel, Dr Deepak Sharan, orthopaedic surgeon and rehabilitation specialist, Recoup Neuro Musculoskeletal Rehabilitation Centre (RNMRC), mengatakan bahwa pergerakan tangan yang berulang-ulang dengan cepat dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan tendon pada bagian atas dan bawah lengan, siku, pergelangan tangan, dan pundak. Cedera pada otot cenderung bertahan lama, menyebabkan penurunan jangkauan pergerakan yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan biasa. Pada keadaan yang lebih buruk, Pergerakan tangan yang sedikit saja dapat menimbulkan sakit.
Pada kasus RSI yang berat, anak-anak berhenti sekolah atau menghindari kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Kondisi ini juga menghalangi anak-anak untuk dapat melakukan kegiatan sederhana seperti memegang sikat gigi, mengangkat tas sekolah atau mengkancingkan baju. Hal ini akan berdampak juga pada psikologi mereka.
Menurut Dr Sharan, banyak anak-anak memperlihatkan gejala awal RSI, tetapi hal itu tidak terdeteksi, hanya disebutkan sakit biasa atau kram. Orang tua harus melatih dan mengawasi anak-anaknya dalam hal posisi dan teknik mengetik yang benar untuk menghindari cedera.
Label: Kesehatan
Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Formalin dikenal sebagai bahan pembunuh hama (desinfektan) dan banyak digunakan dalam industri.
Nama lain formalin : Formol, Methyl aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene, Methylene glycol
Manfaat Formalin
1. Pembunuh Kuman, sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian.
2. Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain.
Bahan pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak.
Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas.
3. Bahan pembuatan urea.
4. Bahan pembuatan parfum.
5. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku, biasanya dipakai untuk pengawet mayat.
6. Pencegah korosi untuk sumur minyak.
7. Bahan untuk insulasi busa.
8. Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood)
9. Dalam konsentrasi yang sangat kecil(1 persen) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, sampo mobil, lilin dan karpet.
Bahaya utama formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan manusia, dapat menimbulkan luka bakar pada kulit, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker.
Bagaimana mengenali makanan yang mengandung formalin? Berikut beberapa hal yang dapat anda jadikan pertimbangan..
Ciri-ciri Mi Basah yang Mengandung Formalin:
Tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius). Bau agak menyengat, bau formalin. Tidak lengket. Mi berformalin lebih mengilap dibandingkan mi tanpa formalin.
Ciri-ciri tahu berformalin:
Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat celsius). Bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat celsius). Tahu terasa terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak menyengat, bau formalin.
Ciri-ciri bakso berformalin:
Tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat celsius) dan teksturnya sangat kenyal
Ciri-ciri ikan segar berformalin:
Tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat celsius). Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar. Warna daging ikan putih bersih. Bau menyengat, bau formalin
Ciri-ciri ikan asin berformalin:
Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat celsius). Warna ikan bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin.
Label: Kesehatan
Kanker merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Di antara berbagai jenis kanker yang dikenal luas saat ini, kanker serviks (mulut rahim) menjadi pembunuh utama perempuan. Di dunia, setiap dua menit seorang perempuan meniggal karena kanker serviks.
Di Indonesia, diperkirakan satu perempuan meninggal setiap jam karena penyakit ini. Sedangkan di Jakarta, satu perempuan meninggal setiap 1-2 hari akibat kanker serviks.
Namun popularitas dari kanker serviks ini masih kalah dibandingkan dengan kanker payudara dan kanker rahim. Akses informasi yang dimiliki oleh perempuan di Indonesia saat ini pun masih sangat terbatas. Hati nurani Dee tersentuh untuk segera membangun kesadaran bagi seluruh perempuan Indonesia untuk dapat memperoleh informasi yang lebih banyak lagi mengenai kanker serviks.
Penemuan vaksin HPV (human papiloma virus) tipe 16 dan 18, yang berpotensi untuk mencegah lebih dari 70 persen kejadian kanker serviks, dapat menjadi harapan bariu bagi perempuan Indonesia. Sebagai informasi, ada 15 jenis tipe HPV yang menyebabkan kanker yang dapat mengarah kepada kanker serviks di Asia Pasifik dan dunia. HPV tipe 16, 18, 45, 52, dan 31 merupakan penyebab lebih dari 80 persen kasus kanker serviks di Asia Pasifik. Kebanyakan infeksi HPV akan menghilang dengan sendirinya.
Namun dalam beberapa kasus infeksi tersebut menetap di mulut rahim. Tidak seperti virus lainnya, ketika seorang perempuan terinfeksi virus HPV, tidak berarti dia memiliki kekebalan terhadap virus ini. Karena itu, meskipun seorang perempuan telah terpapar HPV, dia tetap berisiko untuk mendapat infeksi berulang kali dari tipe HPV yang sama atau berbeda, dan tetap berisiko terkena kanker serviks.
Vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk ke dalam tubuh, sebelum terjadi infeksi. Kanker serviks merupakan penyakit yang tidak mengenal umur dan tanpa menunjukan gejala apapun. Pada prinsipnya siapapun dapat terdapat terekspos dengan virus HPV, namun tidak perlu terlalu khawatir karena tidak semua virus HPV tersebut berbahaya.
Salah satu faktor yang memicu kanker serviks adalah terlalu muda dalam melakukan hubungan seks, kehamilan yang terlalu sering, penggunaan alat kontrasepsi pada perempuan yang berumur lebih dari 40 tahun serta infeksi menular seksual. Untuk identifikasi awal dapat dilakukan pap smear sebagai pencegahan sekunder. Sedangkan untuk pencegahan primer, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan melakukan vaksin HPV.
Label: Kesehatan
Kanker Payudara Tak Hanya Serang Perempuan
0 komentar Diposting oleh *Nina* di 10/19/2008 04:48:00 PMMeninggalnya penyanyi legendaris Indonesia, Melky Goeslaw (59 tahun), akibat kanker payudara stadium empat, yang dideritanya selama dua tahun, menyadarkan orang, bahwa penyakit itu tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga lelaki.
Meski persentasenya lebih kecil (sekitar 1%) daripada perempuan, lelaki juga bisa terkena kanker payudara, yang juga berbahaya. Penyebaran kanker payudara pada lelaki lebih cepat karena jaringan sekitar payudara lelaki lebih tipis dari perempuan sehingga pada tahap awal mungkin sudah terjadi pelekatan pada jaringan sekitarnya.
Karena itu, disarankan lelaki juga melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) sehingga setiap perubahan cepat diketahui.
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh menjadi sel kanker. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-sel yang terus menerus tumbuh menjadi benjolan yang disebut dengan tumor.
Walaupun tidak berkembang, lelaki memiliki jaringan organ payudara yang sama dengan yang dimiliki perempuan. Berbeda dengan perempuan, payudara lelaki hanya memproduksi hormon estrogen (hormon perempuan) dalam jumlah sedikit. Hormon estrogen inilah, yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kanker pada organ payudara.
Pada lelaki, kondisi paling umum yang ditemukan selain produksi hormon estrogen adalah gynecomastia yaitu ditemukannya gumpalan akibat peningkatan jaringan tisu pada organ payudara, sindrom Klinefelter, terpapar radiasi, serta riwayat keluarga.
Gumpalan atau keanehan pada payudara lelaki akan lebih mudah ditemukan karena lelaki memiliki jaringan tisu yang lebih sedikit dibanding perempuan. Sementara Sindrom
Klinefelter adalah sindrom kelainan genetika pada lelaki dimana salah satu cirinya adalah bentuk payudara lelaki yang membesar. Pembesaran payudara yang abnormal pada lelaki biasanya disebabkan obat-obatan atau aktivitas hormonal.
Seperti halnya pada perempuan, resiko penyakit ini meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Pada banyak kasus, kanker payudara pada lelaki terjadi pada usia 60an dan 70an. Kanker payudara yang menimpa pria dibawah usia 35 tahun sangat sedikit ditemukan.
Para lelaki dengan riwayat keluarga penderita kanker payudara diharapkan lebih berhati-hati karena memiliki resiko yang lebih besar. Menurut National Cancer Institute, dari pada sekitar satu juta orang lelaki ditemukan 14 kasus kanker payudara pada lelaki berkulit hitam dan 8 kasus pada lelaki berkulit putih.
Sedangkan untuk ras Asia, kasus kanker payudara pada lelaki masih sangat sedikit ditemukan.
Label: Kesehatan
16 April 2008
Gejala biologis
Tekanan darah meningkat, hormon stres meninggi, nafas jadi pendek, jantung berdebar, gemetar, membentak, pupil berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik meningkat, impotensi, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering, lebih sensitif. Jelas tanda-tanda ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh jadi tidak normal.
Gejala psikologis
Melihat situasi dengan cara yang berbeda.
Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga bahkan sepele. Oleh karena itu setiap anda merasa akan datang masalah, coba pandang masalah itu dari sudut pandang yang berbeda. Ubah perspektif anda tantang apa yang tengah terjadi dan secara dramatis anda bisa merubah perasaan tentang hal tersebut.
Relaks
Sekali terperangkap oleh amarah kita jadi tak bisa berpikir dengan jernih dan memecahkan masalah dengan baik. Solusinya, anda harus bisa cooling down sebelum berusaha melakukan sesuatu. Jika perasaan anda tidak tenang, yang ada nanti masalah malah akan semakin membesar. Coba tarik nafas dalam-dalam dan berkonsentrasi melakukan sesuatu. Jangan terburu-buru. Biarkan perasaan tenang dulu.
Bersabar
Jika anda terperangkap dalam situasi yang sangat menyebalkan cobalah untuk bersabar. Karena ini juga akan membuat anda bisa hidup dengan lebih sehat dan awet muda. Amarah bisa disamakan dengan kegemukan. Ia ada dimana-mana namun tak baik untuk siapapun. Menurut artikel yang dirilis harian Harvard Mental Health, perasaan optimis lebih baik dari pada amarah.
Dalam satu studi juga pernah disebutkan, orang dengan tekanan darah normal namun memiliki tingkat amarah yang tinggi punya potensi 3 kali lebih mungkin terkena serang jantung. Nah..kalau masih ingat tulisan ini dan anda masih suka marah-marah tapi baik bagi anda secara biologis ataupun psikologis, mungkin itu adalah penemuan baru yang perlu kami ketahui.
Label: Kesehatan
05 April 2008
Handphone memancarkan radiasi yang besar, mungkin sudah lama kita dengar. Tapi tahukah kamu kalo Badan FCC Amerika (Federal Communication Comission) telah menguji tingkat radiasi yg dipancarkan beberapa Handphone.
Kekuatan radiasi Handphone yang diterima otak atau SAR (Specific Absorption Rate) dapat diukur dalam satuan watt/kg. FCC menetapkan bahwa semua Handphone yang memancarkan radiasi diatas 1.6 watt/kg dilarang untuk diproduksi (dilarang masuk di amerika).
Sebenarnya semua handphone yang beredar masih bisa dikategorikan "aman" karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1.6 watt/kg. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan handphone yang dikategorikan "aman" tersebut. Jadi yang betul-betul aman adalah yang tingkat radiasinya dibawah 1 watt/kg.
Dari hasil penelitian SAR yang dikeluarkan oleh United Kingdom National Physical Laboratory dan badan FCC Amerika, teruji bahwa Nokia 5110, dan Ericsson T28 memiliki tingkat radiasi yang cukup tinggi, bahkan hampir mendekati ambang batas bahaya yang ditentukan FCC, yaitu 1.6 watt/kg.
Motorola V3688 memiliki tingkat radiasi paling rendah. Padahal sebenarnya radiasi yang dipancarkan V3688 sangat tinggi, yaitu sebesar 1.58 watt/kg, namun karena handphone ini menggunakan design lipat (clam-shell) maka posisi antena berada di samping rahang (jauh dari otak), sehingga pengaruh pancaran radiasi dari antenna ke otak hanya sebesar 0.02 watt/kg saja.
Untuk melihat lebih jelas pengaruh posisi antenna terhadap risiko kanser otak.
Handphone Dengan External Antenna (Radiasi antenna mengarah ke otak) Pada handphone jenis ini posisi antenna persis disamping otak, sehingga risiko kanser otak paling besar. Misalnya: Semua handphone Sony Ericsson, Nokia 5110/6110/6150, Siemens S25/C25/C35, Motorola T2688, P7689.
HANDPHONE DENGAN DESIGN CLAM-SHELL (LIPAT). Radiasi antenna mengarah ke rahang. Karena bentuknya lipatan, maka pada handphone jenis ini posisi antenna berada disamping rahang. Posisi antenna jauh dari otak, maka risiko kanser otak pada handhone semacam ini paling kecil. misalnya ; Motorola V3688/V8088/StarTac, Samsung A100, Samsung SGH800
HANDPHONE DENGAN INTERNAL ANTENNA (Radiasi antenna mengarah ke telinga) Pada handphone seperti ini, posisi antenna disamping telinga. Sehingga risiko kanker otak tidak terlalu besar. Namun efek sampingnya menyebabkan telinga cepat panas. misalnya: Nokia 3210/3310/8210/8850, Siemens S35/M35
Dari penjelasan mengenai pengaruh posisi antena terhadap pancaran radiasi ke otak, maka dapat ditemukan sebab mengapa handphone Motorola V dan StarTac memiliki tingat SAR yg paling rendah.
Selain itu juga ditemukan sebab mengapa bila menggunakan Nokia 8210 kuping telinga cepat terasa panas. Ini disebabkan karena Nokia 8210 menggunakan internal antenna sehingga pancaran radiasi mengarah ke telinga. Nokia 8210 sendiri meskipun tergolong handphone beradiasi tinggi namun tingakat SAR-nya tidak terlalu tinggi (hanya sedikit diatas 1 watt/kg). Ini karena dengan internal antenna posisi antenna sedikit agak jauh dari otak. Ini berbeza dgn Nokia 5110, Philips Genie, Siemens C25, Ericsson T28, dan GF768 yg posisi antenanya jelas-jelas disamping otak kita.
Label: Kesehatan

