29 April 2010
Dalam kehidupan berumah tangga misalnya, pernahkah kamu memberikan pujian pada pasangan akan keunikannya yang tidak ada pada diri kamu ? Mungkin sebagian besar wanita akan enggan memberikan pujian pada pasangannya karena mereka beranggapan nanti dia besar kepala atau takut dianggap murahan atau segudang alasan lainnya.Demikian pula pria, mungkin mereka beranggapan tidak perlu memuji pasangannya lagi karena sudah suami-istri, malu kalau didengar anak-
anak, nanti diberi tanggapan sinis dari istrinya ("Pasti ada maunya"). Alasan-alasan tersebut sering dijumpai dalam hubungan sebagian besar pria-wanita.
Coba kamu beri pujian pada pasangan tanpa memikirkan lagi tanggapan negatif yang mungkin dia berikan. Kamu bisa bayangkan apa yang terjadi padanya ? Pujian itu seperti semprotan adrenalin yang memberikan semangat padanya, dan timbul perasaan senang dan puas akan dirinya.
Misalnya kamu memuji masakan istri kamu enak (meskipun kamu tahu makanan tersebut agak asin) tetapi tanggapan dia akan luar biasa dan dia akan memasak yang lebih enak lagi di lain waktu. Tentu hal ini menyenangkan pula bagi kamu.
Sebaliknya kritik akan melubangi perasaan dan menyebabkan tenaga keluar percuma antara lain sakit hati, marah dan perasaan negatif lainnya. Kritik membuat kita merasa sudah mengecewakan seseorang. Berbeda dengan pujian yang membantu memenuhi dua kebutuhan dasar manusia yaitu merasa dirinya berarti, diperlukan, penting; dan kebutuhan merasa aman dalam suatu hubungan, saling memiliki dan selalu siap satu sama lain. Kamu dapat memberikan pujian kapan saja.
Jangan takut suami/ istri menjadi bosan kalau dipuji terus. Dari riset diketahui bahwa semua orang begitu ingin dipuji oleh orang lain entah karena prestasi, penampilan atau hal lainnya.
Mungkin ada yang bingung apa ya yang harus kamu puji dari diri pasangan kamu? Semuanya biasa saja, nggak ada yang istimewa darinya.
Cobalah kamu teliti lagi. Bisa saja perbedaan kepribadian merupakan salah satu keunikan yang bila dipuji akan memberikan pancaran kekuatan baru baginya. Misalnya kamu termasuk orang yang teliti, teratur dan tertutup. Berbeda dengan pasangan kamu yang periang, terbuka.
Dia begitu senang membicarakan hal-hal pribadi pada orang lain bahkan pada orang yang belum dikenal. Sedangkan kamu, pada orang yang telah akrab baru bisa mengutarakan hal-hal yang bersifat pribadi. Dia suka mencetuskan ide dan mengharapkan ada orang lain yang bisa membantu memikirkannya pula.
Kamu menganggap suami hendak benar-benar melakukan hal tersebut, dan bila kamu tidak menyenangi ide tersebut, kamu dengan keras menentangnya. Maka terjadilah perselisihan karena istri tidak mengerti cara berpikir suami.
Berbeda dengan istri yang perlu mempertimbangkan berjam-jam bahkan berhari-hari dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum melaksanakannya. Dan ini membuat kesal suaminya. Tetapi dengan pemahaman perbedaan kepribadian tersebut mereka dapat saling mengisi.
Suami dengan idenya yang spontan tanpa memikirkan apakah dapat terlaksana atau tidak, dibantu oleh istri dalam merealisasikan. Istri memuji pasangannya atas ide-idenya yang brilian dan sebaliknya suami memuji istrinya atas sikap hati-hatinya dalam merealisasikan idenya tersebut.
Perbedaan kepribadian yang dulunya menjadi penyebab pertengkaran sekarang menjadikan mereka suatu tim yang kuat. Bisa juga kamu berdua membicarakan masa lalu atau saat pacaran yang berkesan. Misal dulu sewaktu pacaran, dia rela antri 1 jam hanya untuk membeli tiket bioskop yang kamu minta. Berikan pujian atas tindakannya saat itu.
Kekurangan pasangan merupakan kelebihan kamu. Sebagai suami-istri seharusnyalah saling mengisi. Bukan menjadikan kekurangan sebagai senjata untuk menyerangnya tetapi sebagai kekuatan untuk membina cinta diantara kamu berdua.
Temukan sisi-sisi menarik dari pasangan kamu dan berilah pujian baginya sehingga dia juga memiliki tenaga untuk memupuki tanaman cinta kamu berdua agar senantiasa berkembang.
Label: cinta
02 Februari 2010
Karena kamu mencintainya atau karena berpisah dengannya berarti kamu kehilangan orang yang akan menanggung beban kebutuhan kamu ?
Karena itu hati-hatilah dalam menyikapi keinginan kamu sendiri. Berikut ada beberapa hal yang bisa kamu catat sebagai masukan untuk hubungan kamu.
1. Berhati-hatilah dengan emosi yang hadir dari kenangan masa kecil kamu.
2. Jangan pernah menggantungkan kebahagiaan kamu sepenuhnya pada pasangan kamu.
Bila kamu mulai membutuhkannya bukan mencintainya, maka mulailah untuk memprioritaskan cinta.
3. Ingatlah bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu bawa ke dalam suatu hubungan, bukan sesuatu yang kamu harap bisa didapat dari sana.
4. Belajarlah untuk mengubah tuntutan menjadi pilihan. Mulailah mengurangi semua tuntutan yang kamu alamatkan pada pasangan kamu. Jangan memintanya untuk melakukan hal-hal yang dia tidak sukai.
5. Belajarlah untuk mendengarkan. Bukan hanya mendengarkan secara fisik, tetapi coba cerna maksud dibalik kata-katanya. Perasaan sebenarnya yang tersirat dibalik setiap ucapannya.
Label: cinta
04 Maret 2009
Menjalin hubungan cinta dengan seseorang, berarti menyatukan dua hati menjadi satu tujuan. Adanya perbedaan dalam masing-masing pasangan harus disiasati agar menjadi satu tujuan.
Sehingga dari perbedaan bisa menjadi pemicu pertengkaran. Tetapi sebenarnya pertengkaran bisa membuat anda dan pasangan menjadi semakin dekat. Tentu saja hal itu akan terjadi bila dilakukan tehnik pertengkaran yang sehat dan penuh cinta.
Aksi membungkam mulut saat pasangan sedang marah, mungkin merupakan tindakan yang bodoh. Tidak mengucapkan kata-kata sinis atau yang menyakitkan akan membuat anda mengetahui apa yang dipikirkannya. Cobalah saring atau pilihlah kata-kata yang bisa menyakitkan hati pasangan, lalu simpanlah dalam kertas sebelum anda mulai bicara kepadanya.
Bukalah hati lalu coba cara trial and error agar tercipta bertengkar yang bersih. Beradu argumentasi dengan mengungkapkan dari dua sisi akan lebih baik agar sama-sama bisa mengetahui siapa yang salah.
Jangan pernah bertengkar hanya karena uang, itu akan sia-sia. Karena setelah bertengkar dengan pasangan, uang anda tidak akan bertambah kan? Jadi akan terasa bahagia, apabila anda berdua sama merasakan saat memiliki uang banyak atau tidak, sehingga hal itu tidak menjadi suatu masalah.
Cobalah bertengkar sambil berpegangan tangan agar membuat anda tetap fokus pada rasa cinta dan kelembutan. Hal ini akan membantu anda menyelesaikan masalah apapun dengan cara yang terbaik.
Fokuskan energi pada sifat-sifat baik pasangan yang anda sukai. Dengan begitu kelemahan-kelemahan atau kesalahan-kesalahan akan semakin menjadi kecil dan kecil.
Saat anda berdua marah lalu tertidur, maka peraduan akan menjadi manfaat agar cepat berbaikan kembali. Karena saat tidur, tubuh pasti akan tersentuh pada waktu bergerak atau membalikkan tubuh. So, pertengkaran itu akan menjadi bumbu perekat hubungan kamu berdua kan? /*pdc
Label: cinta
19 Januari 2009
• Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintai kamu. Dia hanya tahu, bahwa dimatanya, kamu adalah yang terbaik.
• Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuat kamu marah, jengkel ataupun stres. Tapi ia tidak pernah melakukan sesuatu hal yang bodoh karena semua yang dilakukannya adalah untuk kebaikan kamu.
• Seseorang yang mencintai kamu, jarang memuji kamu, tapi sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam, kamu adalah yang terbaik yang dia inginkan.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telponnya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi kepada kamu.
• Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapan kamu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup, berdenyut dan bergetar untuk kamu.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu tepat waktunya.
• Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya.
• Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahun kamu. Tapi ia mengetahui bahwa setiap detik yang ia lalui bahwa ia mencintai kamu dan tidak peduli hari apakah hari ini.
• Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan berkata cinta dengan mudah, karena segala yang dilakukannya untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintai kamu. Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai diri kamu.
• Seseorang yang benar-benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia ataupun tersenyum.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi untuk menjemput kamu, tapi dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggil kamu sayang seperti yang kamu harapkan. Ia akan selalu memperhatikan kondisi kamu dengan ketulusan hatinya.
• Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelpon kamu saat kamu marah, tapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Karena jika ia menelpon kamu, di saat kamu emosi, maka penjelasannya hanyalah dijadikan 'sampah'. Tapi saat kamu sudah tenang maka penjelasan yang diberikannya akan dicerna oleh kamu.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu menyimpan semua benda yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ‘ I LOVE U ‘ ada di dalam dompetnya.
• Seseorang yang mencintai kamu, jarang mengatakan kata-kata manis. Tapi kamu bisa mengetahuinya saat ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua rasa.
• Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha membuat kamu tersenyum dan tertawa meski terkadang dengan cara membuat kamu bingung.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan membalut hati kamu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi. Ia akan memberikan kamu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.
• Seseorang yang mencintai kamu, akan rela melepaskan kamu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia, ia pun akan turut bahagia meski kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain.
Label: cinta
22 Desember 2008
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat
Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata,
tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu,
kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata , " Aku turut berbahagia untukmu "
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, " Aku lupa "
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, "Tunggu sebentar "
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, " Tinggalkan aku sendiri "
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus...
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri...
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu... Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip " Easy come.. Easy go... "
Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang " yang tersedia "
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di " sekelilingmu "
Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya " seseorang "
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri
Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana
Label: cinta
19 Juni 2008
Perbedaan Sebagai Perekat Hubungan, Epsd 2
0 komentar Diposting oleh *Nina* di 6/19/2008 10:05:00 AMUntuk urusan seks, lelaki cenderung memiliki orientasi fisik sehingga lelaki merasa terangsang dengan bentuk dan penglihatan mereka. Lelaki sering menginginkan seks kapan saja dan dimana saja. Karena lelaki memiliki respon seksual yang cepat dan sulit terganggu saat sedang melakukan hubungan seksual.
Kaum perempuan cenderung memiliki orientasi hubungan, karena perempuan akan lebih terangsang dengan perasaan, aroma, sentuhan dan kata-kata. Hasrat perempuan untuk seks lebih jarang daripada lelaki. Karena perempuan memiliki respon seksual yang lebih lamban dan mudah terganggu saat sedang melakukan hubungan seksual.
Keinginan seorang lelaki lebih kepada rasa hormat dan kekaguman dari pasangannya untuk segala usaha serta pencapaian mereka. Lelaki perlu mengetahui ketertarikan pasangan terhadap pekerjaan dan hobi mereka. Sehingga lelaki ingin pasangannya menghormati pertimbangan dan kemampuan mereka, baik itu menghormati di depan umum atau secara pribadi.
Seorang perempuan memerlukan ekspresi cinta yang sering dari pasangan melalui kata-kata dan tindakan. Perempuan ingin pasangan mencintai mereka dengan cara memberi perhatian, memeluk, membantu mereka merawat dan mendidik anak-anak, membantu melakukan pekerjaan rumah tangga, serta mengatakan pada mereka bahwa mereka cantik.
Peran lelaki dan perempuan juga berbeda. Lelaki ada di dunia untuk menyediakan (terutama) secara finansial kepada keluarganya. Lelaki perlu mengetahui bahwa pasangan melakukan yang terbaik untuk menampilkan suasana rumah yang teratur dan nyaman sementara mereka juga memberi kontribusi finansial untuk keluarga.
Tapi perempuan ada di dunia untuk menyediakan rasa aman secara emosional dan rumah yang damai. Perempuan perlu mengetahui bahwa pasangan melakukan yang terbaik untuk menjadi penyedia secara finansial terhadap kebutuhan keluarga, serta membantu mereka dengan pekerjaan rumah tangga dan anak-anak.
Saat mendefinisikan diri secara pribadi, lelaki cenderung berdasarkan kesuksesan kerja dan pencapaian yang telah diraihnya. Sedangkan perempuan cenderung mendefinisikan diri mereka berdasarkan orang-orang di sekitar yang mereka pedulikan.
Diantara semua perbedaan yang ada, baik lelaki maupun perempuan sama-sama memerlukan rasa aman secara emosional. Karena masing-masing pasangan ingin mengetahui apakah pasangan mereka benar-benar mencintai mereka dan anak-anak mereka. Jadi janganlah anggap bahwa perbedaan akan membuat hubungan merenggang. Semua itu tergantung bagaimana penilaian dan menyikapinya.
Label: cinta
18 Juni 2008
Perbedaan Sebagai Perekat Hubungan, Epsd 1
0 komentar Diposting oleh *Nina* di 6/18/2008 09:40:00 AMDalam suatu hubungan pasti banyak perbedaan diantara lelaki dan perempuan. Apabila disadari maka perbedaan tersebut bisa membuat suatu hubungan menjadi lebih hidup.
Yang perlu diperhatikan saat menjalin hubungan adalah bisa belajar untuk memanfaatkan suatu perbedaan yang ada dengan baik. Karena dengan adanya perbedaan maka suatu hubungan akan menjadi lebih indah atau bahkan sempurna. Tidak ada salahnya anda simak beberapa perbedaan antara lelaki dan perempuan, dibawah ini.
Memang jika dilihat secara anatomi, hormonal dan psikologi, lelaki dan perempuan memiliki perbedaan yang jelas. Perbedaan tersebut akan mengakibatkan cara berpikir, berperasaan dan berprilaku yang berbeda pula.
Apabila dilihat dalam memproses suatu informasi, otak lelaki sangat sistematis. Lelaki memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengelompokkan segala sesuatu, mengontrol emosi, mengasingkan diri sendiri dan orientasi kerja. Seorang lelaki memiliki kemampuan yang rendah dalam multitasking dan relasional.
Saat seorang lelaki mengalami stres, ia cenderung untuk bertindak terlebih dahulu, lalu berpikir kemudian. Selain itu, seorang lelaki memiliki respon yang agresif terhadap resiko dan cenderung untuk berkompetisi dengan teman-teman lelaki lainnya.
Sedangkan otak perempuan memiliki tingkat empati yang tinggi, multitasking dan memiliki hubungan relasional. Seorang perempuan memiliki kemampuan yang rendah untuk mengelompokkan segala sesuatu, mengontrol emosi, mengasingkan diri dan orientasi kerja. Saat seorang perempuan merasa stres, maka cenderung untuk terlebih dahulu merasa sebelum bertindak. Selain itu, seorang perempuan memiliki respon yang hati-hati terhadap resiko dan cenderung untuk bekerja sama dengan teman-teman perempuan lainnya.
Jika dilihat dalam berkomunikasi, lelaki cenderung fokus pada fakta yang ada. Saat ingin mengatasi masalah, lelaki memikirkan sendiri suatu masalah pada suatu waktu. Biasanya lelaki akan berbicara secara langsung dan menggunakan kata-kata yang harafiah.
Berbeda dengan perempuan yang cenderung menekankan pada perasaan di balik fakta-fakta yang ada. Saat ingin mengatasi masalah, perempuan merasa perlu membicarakan masalah mereka dengan orang lain untuk memproses pikiran mereka. Biasanya perempuan akan berbicara tidak secara langsung dan mengatakan bagaimana perasaan mereka jika berada pada situasi yang sama.
Label: cinta
29 April 2008
"Saya kangen!" Ucap Nana saat menelpon suaminya. Setelah mengobrol cukup lama, wajahnya tambah cerah. "Oke Bang...,kita makan bakso di tempat langganan nanti ya. I love you..." Nana menutup handphonenya.
Hani, teman kantor, yang berada di dekatnya keheranan. "Salut deh, kalian sudah hampir 15 tahun nikah kan, tapi... kok bisa sih masih kayak pengantin baru begitu?"
Keheranan Hani sebetulnya tidak perlu ada, namun begitulah banyak istri merasa. Perkawinan selalu penuh cinta dan kemesraan di awal-awal tahun, untuk kemudian memudar dan hanya diisi dengan rutinitas, di hari-hari kemudian. Bagaimana agar kemesraan bisa berlaku selamanya? Berikut beberapa tips yang dapat Anda coba, agar lebih dekat dan lebih cinta dengan suami...
• Jatuh cinta lagi
Mungkin ini cukup membingungkan. Tetapi jatuh cinta lagi pada suami adalah peristiwa yang begitu menakjubkan. Bayangkan bagaimana uniknya hubungan kita dengan suami apabila kita terus merasa jatuh cinta padanya, setiap hari! Hanyutkanlah diri Anda dengan perasaan cinta yang terus mengalir saat memandang wajahnya, mengingat kebaikannya, dan saat Anda merindukannya. Kenanglah saat-saat indah Anda bersamanya dan maklumi segala kekurangannya. Penting juga untuk selalu mengatakan pada diri Anda sendiri, betapa Anda mencintainya.
• Ungkapkan rasa cinta, kangen, sayang
Hal ini penting dilakukan, karena orang yang Anda cintai harus mengerti hal itu. Dan pengungkapan inipun menjadi peneguh bagi perasaan Anda sendiri.
• Panggil pasangan dengan pangilan spesial
Panggillah suami Anda dengan panggilan yang paling dia dan Anda sukai. Seperti 'sayang', 'abangku', dan lain-lain.
• Kontak yang tak putus
Lakukan itu lewat telepon ataupun sms terutama pada saat-saat suami tidak sibuk.
• Mengobrol yang asyik
Luangkanlah waktu untuk berbicara santai dengan suami Anda, pilih topik-topik yang ringan, selipkan juga humor saat ngobrol.
• Sentuhan sayang
Membelai, mencium, berpegangan tangan, dan sentuhan lainnya adalah kontak fisik yang begitu mendebarkan. Lakukan itu dalam setiap kesempatan yang memungkinkan.
• Hubungan seks yang menyenangkan
Bila hubungan seks hanya sekedar rutuinitas dan kewajikan semata, ini perlu diperbaiki. Anda perlu menghayati dan menikmati kebersamaan yang istimewa ini.
• Memberi hadiah dan surprise
Hadiah dan kejutan merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kedekatan pada siapapun mereka, apalagi bagi suami istri.
• Bila terjadi konflik, selesaikan dengan manis
Jangan pernah memperpanjang sebuah konflik, apalagi mengaitkan dengan konflik sebelumnya. Bangun suasana santai dan romantis saat Anda ingin menyelesaikan konflik, insyaAllah konflik terselesaikan dengan manis. Berikutnya lakukan hal-hal yang menyenangkan bersama suami, berdua saja! Seperti jalan-jalan, makan bersama, dan lain-lain.
• Bermohonlah pada Allah
Ini paling penting! Allah-lah yang punya kuasa atas hati manusia, pun hati suami Anda. Berdoa, dan bermohonlah agar DIA menjadikan Anda dan suami dapat selalu merasa lebih dekat dan lebih cinta di sepanjang usia pernikahan Anda.
Label: cinta
18 April 2008
* Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
* Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
* Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
* Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?”
* Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku memelukmu?”
* Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya…
* SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata “Sudahlah, jgn menangis.”
* SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
* CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”
* SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”
* SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
* CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..”
* Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
* Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
* Pada saat orang yang kau CINTA menyakitimu, kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan.”
* Pada saat kau SUKA padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
* Pada saat kau SAYANG padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
* Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…
* SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
* SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
* CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.
* SUKA adalah hal yang menuntut.
* SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
* CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.
Label: cinta
15 April 2008
Cobalah anda perhatikan, saat seseorang sedang jatuh cinta. Meskipun pola hidup dan pola makannya belum tentu sehat, tapi mereka terlihat segar dan penuh energi. Tiba-tiba saja menjadi kuat bekerja siang dan malam seolah mendapatkan energi ekstra.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cinta bisa membuat orang lebih sehat. Tapi tidak semua cinta memiliki efek menyembuhkan. Cinta romantis bisa membantu penyembuhan tetapi cinta ini akan cepat berlalu sehingga seringkali menimbulkan depresi saat patah hati atau bertepuk sebelah tangan. Cinta yang paling baik dalam penyembuhan adalah cinta yang mengandung kasih, penerimaan dan pengertian. Jadi mengandung unsur spiritual dan emosional, meski bisa juga menjadi romantis.
Dr Bernie Siegel, penulis buku Love, Medicine and Miracle menyebutnya cinta tanpa pamrih (unconditional Love). Cinta jenis ini menurutnya mengandung energi penyembuhan yang kuat. Karena orang yang dicintai dan mencintai sama-sama memiliki kesehatan yang baik.
Penelitian di Yale University terhadap 119 lelaki dan 40 perempuan yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah koroner, hasilnya mereka yang merasa paling dicintai dan didukung oleh pasangannya memiliki lebih sedikit penyumbatan di arteri jantungnya daripada kelompok lainnya.
Jika merasa dicintai baik pengaruhnya bagi kesehatan jantung, memberikan cinta juga bisa membuat orang awet muda. Dengan kata lain, semakin banyak mereka memberikan cinta dan dukungan kepada sesamanya, semakin lambat proses penuaan yang terjadi pada mereka.
Orang yang merasa dicintai, dipedulikan, menikmati dukungan serta kedekatan, akan menjadi lebih berbahagia dan lebih sehat. Resiko menderita penyakit menjadi lebih kecil, dengan begitu kesempatannya menjadi lebih besar untuk bertahan hidup.
Cinta Meningkatkan Kekebalan Tubuh. Meskipun dalam praktiknya selama ini lebih banyak membantu penderita kanker, Dr Bernie Siegel begitu yakin bahwa kekuatan cinta bisa mengatasi berbagai penyakit. Menurutnya, cinta tanpa syarat (unconditional love) merupakan perangsang sistem kekebalan yang paling hebat. Dengan sepenuhnya menyayangi diri sendiri dan orang lain, secara otomatis kadar immunoglobulin dalam darah setiap orang akan meningkat.
Jadi tidak peduli bagaimana pun kondisi anda, tidak ada salahnya untuk mulai mencintai dan mempersiapkan diri untuk dicintai sesama manusia dengan cinta tanpa pamrih.
Label: cinta
06 Maret 2008
When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving' ~ Guy de Maupassant ~
MISKONSEPSI
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. "Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks," katanya.
CINTA BUTUH WAKTU
Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.
BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF
Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH
Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.
CINTA CENDERUNG KONSTAN
Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.
CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK
Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.
CINTA TIDAK BUTA
Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik.
Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.
CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN
Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAI
Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal dia sedang flu.
Label: cinta
05 Maret 2008
Suatu ketika, seorang wanita tampak sedih. Wajahnya kusut masai. Air mukanya letih menahan tangis. Rupanya, ia baru saja kehilangan anak tercintanya untuk selama-lamanya.
Atas petunjuk orang di desa, ia menemui seorang tua bijak di pinggir hutan. Mereka berkata, siapa tahu orang bijak itu dapat membantu menyelesaikan permasalahannya. Karena rasa cinta kepada sang anak, ia berharap dapat segera bertemu orang bijak itu. Ditempuhlah perjalanan yang jauh itu dengan bergegas. Sesampainya di sana, ia bertanya, "Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk mengembalikan anakku?"
Sang bijak tidak berusaha berargumentasi atau mengusir wanita itu karena permintaan yang tidak masuk akal. Dia cuma bilang, "Carilah bunga merah dari rumah yang tidak mengenal "kesedihan". Setelah menemukan benda itu, kita bisa sama-sama membuat ramuan ajaib untuk menghidupkan putramu." Selesai mendengar itu, wanita itu segera berangkat mencari.
Dalam perjalanan, ia tampak bingung. Tak ada satu petunjuk pun tentang di mana dan bagaimana bentuk rumah itu. Hingga, ia tiba di depan sebuah rumah mewah. �Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,� ucap wanita itu dalam hati. Setelah mengetuk pintu, ia berkata, "Saya mencari rumah yang tidak pernah mengenal kesedihan. Inikah tempatnya?" Wajah sang wanita masih memperlihatkan raut merana.
Dari dalam, terlihat wajah yang tak kalah sedih. Pemilik rumah itu menjawab, "Kamu datang ke rumah yang salah." Pemilik rumah itu bercerita tentang tragedi yang dialami keluarganya. Ia tak hanya kehilangan seorang anak, tapi juga suami dan kedua orangtuanya karena kecelakaan. Sang wanita kecewa.
Namun, ia menjadi larut dengan cerita tuan rumah. Ia berpikir, "Siapa yang bisa membantu orang yang nasibnya lebih malang dari saya ini?" Dia memutuskan untuk tinggal di sana dan menghibur pemilik rumah itu. Beberapa hari lamanya, ia bersama wanita pemilik rumah itu, membantunya menjalani hidup.
Beberapa minggu berlalu, wanita itu pun merasa si tuan rumah sudah terlihat lebih baik. Lalu, ia berangkat lagi mencari rumah berikutnya. Tetapi, kemana pun dia pergi, selalu menemukan kesedihan. Akhirnya, ia lagi-lagi terlibat upaya menghibur semua orang yang dikunjunginya. Hingga, ia pun melupakan misinya.
***
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam gendongan. Kedua belah tangannya sibuk menisik selimut sang bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sejumput padi dan setuang air setelah seharian berterik-terik di ladang. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.
Karena cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh dayu. Bahkan cinta bukan hanya yang kita rasakan saat jatuh cinta. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari. Dari sepasang merpati. Dari sorot mata anak-anak yang menanti pemberian. Dari sujud dan tengadah doa. Dari apa pun!
Pada semua kelahiran yang tersambut dengan cinta, hingga kematian yang terlarung dalam cinta, kita hanya belajar satu hal: cinta. Kehadiran kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta. Karena itu, tiada yang pantas kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah swt. Apa pun keputusan-Nya buat kita, cintalah yang mesti bicara.Label: cinta
26 Februari 2008
CINTA
Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang karena pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.
CINTA
Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.
CINTA
Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.
CINTA
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat- hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.
CINTA
Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang
ATAS NAMA CINTA
Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad.
CINTA YANG BERLALU
Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati; tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.
Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.
Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.
CINTA PERTAMA
Setiap orang muda pasti teringat cinta pertamanya dan mencoba menangkap kembali hari-hari asing itu, yang kenangannya mengubah perasaan direlung hatinya dan membuatnya begitu bahagia di sebalik kepahitan yang penuh misteri.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan
Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.
Label: cinta
22 Februari 2008
Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna?
Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?
Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan.Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku?
Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain?
Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri,janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia. Mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.
Maka batu ujian yang pertama ialah:
"Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu?
Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?"
Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreatif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.
Batu ujian kedua:
"Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreatif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"
Ketiga, Ujian penghargaan.
Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku? ", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku? ", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya.
Pertanyaannya ialah: "Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?"
Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan.
"Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya.
Pertanyaannya: "Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?"
Kelima, Ujian pertengkaran.
Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar - tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai."
Saya katakan kepada mereka,"Bertengkarlah dahulu - barulah akan kukawinkan kalian."
Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin.
Pertanyaannya: "Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"
Keenam, Ujian waktu.
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" tanya saya.
"Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu."
Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan:
"Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?"
Label: cinta
15 Februari 2008
Selisih paham di dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang biasa. Perbedaan latar belakang, kedewasaan kepribadian, sikap mau menang sendiri dan komunikasi yang kurang terbuka diantara pasangan, biasanya sebagai penyebab perselisihan. Lebih dari itu, entah kapan dan kenapa, cinta menjadi penuh kalkulasi. Si istri merasa, aku kan sudah melakukan “bla bla bla” , maka kamu “seharusnya” melakukan “bla bla bla”. Begitu juga dengan si suami. Jika aku sudah melakukan “begini”, kamu harus “begitu” dst. Jika cinta kalkulasi seperti itu, kemana akan di bawa pernikahan ini? Lebih-lebih jika ada ekspektasi/harapan terhadap pasangan kita dan kenyataan tidak sesuai dengan harapan, pasti akan menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, marah, benci dan kemudian pertengkaran berkelanjutan di kemudian hari.
Lalu, bagaimana cinta bisa dipertahankan untuk waktu yang lama? Usaha itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri! Yakni : senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas! (jangan merasa rugi bila sudah melakukan suatu kebaikan). Jika cinta didasari dengan keinginan yang ikhlas untuk memberi kepada pasangan kita, niscaya rumah tangga kita akan awet hingga “maut memisahkan kita”.
Semoga melalui perjalanan waktu, dengan belajar terus menerus, kita bisa menjadi manusia yang ikhlas demi kebahagiaan keluarga kita sendiri.
Label: cinta
Cinta adalah:
Sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Didalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajar kita menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tak terburu-buru.
Sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima si dia beserta apapun kekurangannya. Ketika kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya. Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi kita kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Ketika kita tetap merasa dekat dengan pasangan kita, walau berada jauh sekali. Sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu dimana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang
membuat kita berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat kita menjadi orang yang lebih baik.
Tergila-gila adalah:
Gairah instant yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas. Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Ketika kita selalu memiliki perasaan tak aman bahwa kita akan kehilangan pasangan kita suatu saat. Tak pernah puas akan pasangan kita, dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat kita merasa gelisah dan stres ketika si dia tidak sedang bersama kita. Sesuatu yang membuat kita merasa gembira dan bersemangat, tapi bukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat kita melakukan hal-hal yang bisa kita sesali nanti, tidak seperti cinta.
Label: cinta
14 Februari 2008
Cinta itu buta
mengapa .....?
karena membuat sang pecinta lupa diri...
rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya
memberikan segenap hati dan pikirannya...
walaupun harus mengorbankan jiwa dan raga....
seperti yang terjadi pada romeo dan juliet.....
tetapi ketika hati sang pecinta terluka
cinta juga bisa membawa petaka...
maka hati-hatilah dengan cintamu...
Cinta itu indah
mengapa..... ?
karena bisa membuat hidup lebih baik dan berarti
karena menimbulkan berjuta rasa dan harapan..
ketika hati telah terisi cinta, maka cinta itu akan memberi ruang antara rindu, sayang, benci, marah yang menyatu dalam lekatan waktu
Cinta sejati tidak mengharap imbal balik...
karena ia akan selalu memberi dengan rela
sang pecinta sejati akan selalu berusah mempertahankan cintanya...
walau akhirnya berujung duka...
karena cukup baginya
melihat orang yang dicintainya bahagia...
walau hatinya sendiri terluka...
Cinta itu seperti air....
selalu mengalir dan memberi kesejukan bagi siapapun yang merasakannya
bisa memberi kehidupan bagi siapapun yang memilikinya
Cinta itu seperti api...
selalu berkobar didalam hati yang penuh akan cinta
bisa membakar apapun yang ada didekatnya sehingga hancur menjadi abu...
Cinta itu seperti angin...
selalu berhembus dan memberi nafas kehidupan bagi siapapun
namun bisa datang dan pergi begitu saja dengan atau tanpa meninggalkan bekas
Cinta itu seperti tanah....
selalu memberi tempat bagi sebuah kehidupan
bisa menyuburkan hati yang gersang...
Sudahkah anda memiliki cinta ?
Label: cinta
09 Februari 2008
Salah satu alasan paling umum mengapa kita menikah adalah karena cinta –cinta romantik, bukan cinta agape, yang biasa kita alami sebagai prelude ke pernikahan. Cintalah yang meyakinkan kita untuk melangkah bersama masuk ke mahligai pernikahan.
Masalahnya adalah, walaupun cinta merupakan suatu daya yang sangat kuat untuk menarik dua individu, namun ia tidak cukup kuat untuk merekatkan keduanya.
Makin hari makin bertambah keyakinan saya bahwa yang diperlukan untuk merekatkan kita dengan pasangan kita adalah kecocokan, bukan cinta.
Saya akan jelaskan apa yang saya maksud.
Biasanya cinta datang kepada kita ibarat seekor burung yang tiba- tiba hinggap di atas kepala kita. Saya menggunakan istilah “datang” karena sulit sekali (meskipun mungkin) untuk membuat atau mengkondisikan diri mencintai seseorang.
Setelah cinta menghinggapi kita, cinta pun mulai mengemudikan kita ke arah orang yang kita cintai itu. Sudah tentu kehendak rasional turut berperan dalam proses pengemudian ini.
Misalnya, kita bisa menyangkal hasrat cinta karena alasan-alasan tertentu. Tetapi, jika tidak ada alasan-alasan itu,
kita pun akan menuruti dorongan cinta dan berupaya mendekatkan diri dengan orang tersebut.
Cinta biasanya mengandung satu komponen yang umum yakni rasa suka.
Sebagai contoh, kita berkata bahwa pada awalnya kita tertarik dengan gadis atau pria itu karena sabarannya, kebaikannya menolong kita, perhatiannya yang besar terhadap kita, wajahnya yang cantik atau sikapnya yang simpatik, dan sejenisnya. Dengan kata lain, setelah menyaksikan kualitas tersebut di
atas timbullah rasa suka terhadapnya sebab memang sebelum kita bertemu dengannya kita sudah menyukai kualitas tersebut. Misalnya, memang kita mengagumi pria yang sabar, memang kita menghormati wanita yang lemah lembut, memang kita mengukai orang yang rela menolong orang lain dan seterusnya.
Jadi, rasa suka muncul karena kita menemukan yang kita sukai pada dirinya.
Saya yakin cinta lebih kompleks dari apa yang telah saya uraikan.
Namun khusus untuk pembahasan kali ini,saya membatasi lingkup cinta hanya pada unsur suka saja. Cocok dan suka tidak identik namun sering dianggap demikian. Saya berikan contoh.
Saya suka rumah yang besar dengan taman yang luas, tetapi belum tentu saya cocok tinggal di rumah yang besar seperti itu. Saya tahu saya tidak cocok tinggal di rumah sebesar itu sebab saya bukanlah tipe orang yang rajin membersihkan dan memelihara taman (yang dengan cepat akan bertumbuh kembang menjadi hutan). Itulah salah satu contoh di mana suka tidak sama dengan cocok.
Contoh yang lain. Rumah saya kecil dan cocok dengan saya yang
berjadwal lumayan sibuk dan kurang ada waktu mengurusnya.
Namun saya kurang suka dengan rumah ini karena bagi saya, kurang besar (tamannya). Pada contoh ini kita bisa melihat bahwa cocok berlainan dengan suka. Pada intinya, yang saya sukai belum tentu cocok buat saya; yang cocok dengan saya belum pasti saya sukai. Sekarang kita akan melihat kaitannya dengan pemilihan pasangan hidup.
Tatkala kita mencintai seseorang, sebenarnya kita terlebih dahulu menyukainya, dalam pengertian kita suka dengan ciri tertentu pada dirinya. Rasa suka yang besar (yang akhirnya berpuncak pada cinta) akan menutupi rasa tidak suka yang lebih kecil dan — ini yang penting — cenderung menghalau
ketidakcocokan yang ada di antara kita. Di sinilah terletak awal masalah.
Ini yang acap kali terjadi dalam masa berpacaran.
Rasa suka meniup pergi ketidakcocokan di antara kita, bahkan pada akhirnya kita beranggapan atau berilusi bahwa rasa suka itu identik dengan kecocokan. Kita kadang berpikir atau berharap,”Saya menyukainya, berarti saya (akan) cocok dengannya.” Salah besar!
Suka tidak sama dengan cocok; cinta tidak identik dengan cocok!
Alias, kita mungkin mencintai seseorang yang sama sekali tidak cocok dengan kita.
Pada waktu Tuhan menciptakan Hawa untuk menjadi istri
Kata “sepadan” dapat kita ganti dengan kata “cocok.” Tuhan tidak hanya menciptakan seorang wanita buat Adam yang dapat dicintainya, Ia sengaja menciptakan seorang wanita yang cocok untuk Adam.
Tuhan tahu bahwa untuk dua manusia bisa hidup bersama mereka harus cocok.
Menarik sekali bahwa Tuhan tidak mengagungkan cinta (romantik) sebagai prasyarat pernikahan. Tuhan sudah memberi kita petunjuk bahwa yang terpenting bagi suami dan istri adalah kecocokan. Ironisnya adalah, kita telah menggeser hal esensial yang Tuhan tunjukkan kepada kita dengan cara mengganti kata “cocok” dengan kata “cinta.” Tuhan menginginkan yang terbaik
bagi kita; itulah sebabnya Ia telah menyingkapkan hikmat-Nya kepada kita.
Sudah tentu cinta penting, namun yang terlebih penting ialah, apakah ia cocok denganku?
Saya teringat ucapan Norman Wright, seorang pakar keluarga di Amerika Serikat, yang mengeluhkan bahwa dewasa ini orang lebih banyak mencurahkan waktu untuk menyiapkan diri memperoleh
lapangan bahwa cinta (romantik) bukan segalanya.
Jadi, kesimpulannya ialah, cintailah yang cocok dengan kita!
Label: cinta
08 Februari 2008
Menjalin suatu hubungan
Seorang kekasih yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Saat anda mencintai seseorang maka jangan pernah berharap bahwa seseorang itu akan mencintai anda dalam kapasitas yang sama. Satu diantara anda akan memberikan lebih dan yang lain akan dirasa kurang. Begitu juga dalam cinta, anda yang mencari dan yang lain akan menanti.
Jadi anda jangan pernah merasa takut untuk jatuh cinta karena akan begitu menyakitkan dan mungkin akan menyebabkan anda sakit atau bahkan menderita. Tapi jika anda tidak mengikuti kata hati maka akan menyebabkan anda akan menangis dan jauh lebih pedih lagi. Karena saat itu anda akan menyadari bahwa anda tidak pernah memberikan cinta itu sebuah jalan.
Sebenarnya cinta bukan hanya sekedar perasaan tetapi sebuah komitmen. Memang perasaan bisa datang dan pergi begitu saja tetapi cinta tidak harus berakhir bahagia karena cinta tidak harus berakhir.
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan dan mengerti apa yang tidak dijelaskan karena cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran tetapi dari hati yang paling dalam.
Saat anda mencintai seseorang sebaiknya anda jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan karena jika anda berpikir seperti itu maka anda bukan mencintai tetapi berinvestasi.
Mencintai seseorang maka anda harus siap untuk menerima penderitaan. Karena saat anda mengharapkan cinta mampu membahagiakan anda maka anda bukan mencintai tetapi memanfaatkan. Akan lebih baik jika anda kehilangan harga diri dan ego anda bersama seseorang yang anda cintai daripada kehilangan seseorang yang anda cintai. Karena memang mempertahankan ego tidak akan berguna untuk diri anda.
Janganlah anda mencintai seseorang seperti bunga karena bunga akan mati saat musim berganti. Cobalah anda cintai mereka seperti sungai karena sungai akan mengalir selamanya.
Apabila cinta meninggalkan hati anda memang rasanya seperti serpihan kaca yang menyakitkan hati anda. Tetapi tancapkan dalam pikiran anda bahwa akan ada seseorang yang bersedia menyembuhkan luka anda dan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca tersebut agar hidup anda kembali utuh. Jadi berjuanglah untuk mendapatkan cinta sejati anda.
Label: cinta
04 Februari 2008
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”. Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”.
“Kamu suka jalan-2 ke luar
“Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”
“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”.
“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”
“Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. ”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. ”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
“Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan
barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,
bahagiaku bila kau bahagia.”.
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari ia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.
Label: cinta

